whatsapp

Perhitungan Gaji Pegawai yang Sakit

Perhitungan gaji pegawai yang sakit tidak hanya baik untuk pegawai tetapi juga bermanfaat atas keberlangsungan bisnis. Pegawai yang sehat merupakan salah satu aspek penting agar bisnis perusahaan dapat sukses dan memiliki perkembangan ekonomi…

Pelajari Selengkapnya

Perhitungan Gaji Pegawai yang Sakit

perhitungan gaji pegawai sakit Perhitungan gaji pegawai yang sakit tidak hanya baik untuk pegawai tetapi juga bermanfaat atas keberlangsungan bisnis. Pegawai yang sehat merupakan salah satu aspek penting agar bisnis perusahaan dapat sukses dan memiliki perkembangan ekonomi secara pesat. Pembayaran gaji kepada pegawai yang sedang cuti sakit memberikan dampak peningkatan employee satisfaction dan komitmen jangka panjang. Cuti sakit yang dibayar mengurangi kemungkinan presenteeism, kondisi ketika pegawai tetap bekerja walaupun sedang sakit sehingga merugikan bisnis akibat penurunan produktivitas . Kebijakan untuk tetap menggaji pegawai sangat bermanfaat untuk memperkuat loyalitas, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi turnover pegawai. Maka dari itu, penanganan perhitungan gaji pegawai yang sakit harus dilakukan dengan tepat.  

Panduan Perhitungan Gaji Pegawai yang Sakit

Ketentuan Penggajian Pegawai yang Sakit

Berdasarkan UU Ketenagakerjaan Pasal 93 ayat (1), pada pasarnya gaji tidak dibayar apabila pekerja tidak melakukan pekerjaan. Akan tetapi ketentuan yang dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku dan perusahaan wajib membayar gaji pegawai apabila:
  • pekerja sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan
  • pekerja perempuan yang sakit pada hari pertama serta kedua masa haidnya sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan
  • pekerja akan menikah, menikahkan, mengkhitankan, membaptiskan anaknya, istri melahirkan atau keguguran kandungan, atau terdapat anggota keluarga serumah yang meninggal dunia
  • pekerja menjalankan kewajiban terhadap negara
  • pekerja menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya
  • pekerja melakukan pekerjaan yang telah dijanjikan tetapi perusahaan tidak mempekerjakannya, baik karena kesalahan sendiri maupun halangan yang seharusnya dapat dihindari perusahaan
  • pekerja melaksanakan hak istirahat
  • pekerja melaksanakan tugas serikat pekerja atas persetujuan perusahaan
  • pekerja melaksanakan tugas pendidikan dari perusahaan

Cara Menghitung Gaji Pegawai yang Sakit

Perhitungan gaji pegawai yang sakit diatur dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 93 ayat (3) dengan ketentuan sebagai berikut:
  • untuk 4 bulan pertama, dibayar 100% dari upah
  • untuk 4 bulan kedua, dibayar 75% dari upah
  • untuk 4 bulan ketiga, dibayar 50% dari upah
  • untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh perusahaan

Sistem Payroll Otomatis Memudahkan Perhitungan Gaji Pegawai yang Sakit

Penggunaan sistem payroll akan secara otomatis membantu mengelola catatan kehadiran, lembur, dan perpajakan. Sistem dapat mengirimkan peringatan ketika beberapa aspek penggajian tidak mematuhi regulasi hukum dan secara otomatis mengumpulkan data yang diperlukan untuk persyaratan pelaporan. Hal ini dapat membantu menghemat waktu untuk menghindari sanksi dikarenakan tidak mematuhi kebijakan pemerintah. Sistem payroll juga terintegrasi dengan pelacakan waktu kerja, absensi, database pegawai, dan sistem lainnya sehingga data tidak perlu dimasukkan berulang-ulang. Sistem payroll yang terintegrasi dan dirancang berdasarkan perkembangan regulasi hukum dapat mempermudah perhitungan gaji pegawai sakit sesuai dengan ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan. Banyak waktu yang dibutuhkan menyelesaikan tugas administrasi setiap bulannya. Pegaw.ai menawarkan solusi payroll otomatis yang dapat disesuaikan dengan data pegawai di perusahaan anda. Perhitungan payroll, tracking absensi, serta mencatat jam kerja lembur dan berbagai pengelolaan administrasi dapat dilakukan dengan cepat serta akurat melalui aplikasi Pegaw.ai.