whatsapp

Menyatukan Genarasi Milenial dan Generasi Z pada Industi Manufaktur

 Menyatukan Genarasi Milenial dan Generasi Z pada Industi Manufaktur   Gelombang generasi milenial dan generasi Z mulai mendominasi dalam menduduki posisi-posisi penting pada dunia kerja tidak terkecuali pada industri manufaktur. Mengingat, dalam waktu…

Pelajari Selengkapnya

Menyatukan Genarasi Milenial dan Generasi Z pada Industi Manufaktur

 Menyatukan Genarasi Milenial dan Generasi Z pada Industi Manufaktur   Gelombang generasi milenial dan generasi Z mulai mendominasi dalam menduduki posisi-posisi penting pada dunia kerja tidak terkecuali pada industri manufaktur. Mengingat, dalam waktu dekat generasi baby boomer yaitu generasi tahun lahir pada 1946 sampai dengan 1964 mulai memasuki masa pensiun.    Adanya kondisi pergeseran dalam struktur lingkungan kerja  dalam industri manufaktur akibat adanya perubahan generasi tenaga kerja membuat  generasi milenial dan generasi Z perlu banyak bekerja sama dalam mendukung keberlangsungan pertumbuhan industri manufaktur. Dengan adanya perbedaan karakteristik pada setaip generasi, dapat menjadi pelengkap satu sama lain agar mampu bersaaing di era globalisasi ini.    Namun tidak dipungkiri, penanganan yang tidak tepat dari adanya perbedaan generasi dapat memungkinkan terjadinya konflik anat generasi dalam perusahaan. Lalu bagaimana para HR dalam mengelola dinamika perbedaan generasi dalam lingkungan kerja dan menyatukan potensi mereka? Berikut penjelasannya!  
  • Mengenali Karakteristik  tiap generasi
Dalam menyatukan antar generasi, tim HR perlu mencari tahu sifat dan karakteristik pada setiap generasi untuk mempersiapkan lingkungan kerja yang sesuai dengan prefensi tenaga kerja. Perlu diketahui, generasi Milenial atau generasi Y  memiliki karakteristik yang mengutamakan keseimbangan gaya hidup dan pekerjaan dalam kehidupannya. Selain itu. generai ini mengikuti perkembangan teknologi dalam kebutuhan kerja karena generasi Y berbarengan dengan pertumbuhan perkembangan teknonologi digital.    Sedangkan, generasi Z memiliki karakteristik yaitu pemahaman yang minim terkait dunia kerja karena baru memulai memasuk dunia kerja. Selain itu, generasi Z memiliki budaya perilaku dan selaras dengan generasi sebayanya dibandingkan dengan anggita yang lebih tua atau generasi sebelumnya.    Dari mengenal karkterisitik generasi pada tenaga kerja, memudahkan praktisi HR pada industri manufaktur untuk memberikan intervening yang tepat agar produktivitas dapat mendorong dan menjaga kegiatan produksi berjalan dengan lancar.   
  • Mengkomunikasikan tujuan perusahaan
Pelu adanya peran manajemen atas dalam menyatukan generasi dengan mengkomunikasi tujuan perusahaan. Tujuan menjadi landasan kesuksesan bagi industri manufaktur untuk mengarahkan dalam menciptakan kualitas produk yang unggul untuk  menciptakan daya saing perusahaan. maka harus di pastikan perusahaan dapat menyelaraskan seluruh generasi yang terlibat memiliki komitmen dalam mencapai visi dan misi yang sama. Sehingga akan menunmbuhkan rasa saling melengkapi  dan  melebur diantara beragam generasi menjadi suatu tim demi menggapai tujuan perusahaan secara bahu-membahu.    Perlu diperhatikan, penting bagi perusahaan untuk menunjukkan tolak ukur  setiap pekerjaan, bakat, atau keterampilan setiap individu tenaga kerja agar dapat berkontribusi mencapai tujuan secara optimal.   
  •  Memberikan ekosistem mendukung pengembangan
Dengan adanya disrupsi kemajuan teknologi yang semakin berkembang pada industri manufaktur, diperlukan pelatihan bagi setiap generasi untuk meningkatkan skill yang mampu menyesuaikan dengan tren terkini. Program pelatihan yang mengikuti perkembangan teknologi informasi yang up to date, dapat meningkatkan keterampilan yang dapat  mempengaruhi kualitas kerja sehingga lebih mampu mengerjakan pekerjaan secara profesional. sehingga perusahaan perlu melaksanakan program pelatihan yang ramah untuk multigenerasi untuk dapat mengurangi kesenjangan generasi didalamnya.   
  • Memberikan Wadah  berdiskusi
Izinkan setiap generasi dengan memberikan kesempatan untuk memberikan ide-ide melalui pengadaan sesi sharing session. Dari adanya karakteristik, pengalaman, dan perilaku yang berbeda dari setiap generasi yang ada, menjadikan beragam sudut pandang berdasarkan masing-masing pengalaman ide mereka. Hal inui dilakukan agar budaya keragaman dapat sejalan secara efektif  demi menciptakan suasan kerja yang salimg menghargai dimana setiap generasi dapat terbuka dan berbagi tanpa takut untuk berpendapat.  
  • Mengadopsi teknologi dalam pengelolaan tenaga kerja
Cara terbaik dalam menyatukan multigenerasi dalam industi manufaktur adalah dengan memanfaatkan teknologi untuk memberikan ruang kolaborasi yang efektif dan efisien. Hal ini karena, tenaga kerja generasi milienial dan generasi X sangat menyukai kemudahaan sehingga pemanfaatan teknologi menjadi hal yang tepat dilakukan bagi industri manufaktur. Tak terkecuali dengan pengelolaan SDM yang diperlukan untuk memenuhi ekspektasi setiap generasi yang menginginkan komitmen pemenuhan hak dan kewajiban secara sederhana dan cepat. Dengan mengadopsi sistem HRMS akan memudahkan para pekerja mendapatkan informasi ketenagakerjaan secara lebih sistematis dan rapih. Sehingga, perlu bantuan fungsi HRMS yang dapat mempermudah dalam mencukupi kebutuhan-kebutuhan kepegawaian pada industri manufaktur.    Sumber: https://www.prnewswire.com/news-releases/integrating-the-millennial-and-gen-z-manufacturing-workforce-301217411.html  https://www.mditack.co.id/2017/01/25/menyatukan-perbedaan-multi-generasi/