whatsapp

6 Tantangan HR di Industri Manufaktur & Solusinya

Sebagai praktisi Human Resource (HR) terutama di dalam perusahaan industri manufaktur, tantangan dalam melakukan kegiatan administrasi kepegawaian tentunya tidak sedikit. Terlebih lagi dengan situasi pandemi yang cenderung tidak menentu yang terus menuntut lingkungan…

Pelajari Selengkapnya

6 Tantangan HR di Industri Manufaktur & Solusinya

Sebagai praktisi Human Resource (HR) terutama di dalam perusahaan industri manufaktur, tantangan dalam melakukan kegiatan administrasi kepegawaian tentunya tidak sedikit. Terlebih lagi dengan situasi pandemi yang cenderung tidak menentu yang terus menuntut lingkungan pekerjaan untuk beradaptasi secara cepat. tantangan HR perusahaan manufaktur  Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang jadwalnya terbagi secara ketat dengan work from office (WFO) guna menghindari penularan virus membuat rutinitas bekerja menjadi fluktuatif. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan industri manufaktur untuk mengenali tantangannya terutama bagi praktisi HR yang bertanggung jawab dalam pengelolaan administrasi kepegawaian. tantangan HR perusahaan manufaktur   

Tantangan HR Perusahaan Industri Manufaktur

Sektor industri manufaktur mengalami pertumbuhan pesat dan praktisi HR perlu memahami dan mengidentifikasi tantangan yang akan muncul seiring pertumbuhan tersebut agar dapat mengantisipasinya. Berikut adalah tantangan HR perusahaan industri manufaktur:  
  • Kurangnya Tenaga Kerja yang Berkualitas

Kurangnya tenaga kerja yang berkualitas terjadi karena salah satu penyebab seperti sepi peminat kerja pada sektor industri manufaktur.   Dilansir dari laporan Deloitte menemukan ada masalah talenta yang dihadapi oleh sektor manufaktur bahwa sebanyak 89 persen eksekutif di Amerika Serikat (AS) mengatakan kekurangan talenta dalam 10 tahun kedepan. Diperkiran terdapat 4,6 juta pekerjaan pada sektor  manufaktur, namun hanya 2,2 juta yang diperkirakan dapaat diisi oleh tenaga kerja yang siap kerja sedangkan 2,4 juta sisanya kosong karena kurangnya keterampilan yang dimiliki tenaga kerja.    Salah satu penyebab terjadinya sepi  peminat pekerja pada sekor manufaktur adalah kemampuan yang berubah karena perkembangan teknologi yang semakin maju, kesalahan persepsi dipekerjaan manufaktur serta pensiunnya para generasi baby boomer.   Dari persoalan diatas, maka tim HR pada industri manufaktur perlu memperhatikan cara efektif untuk mengelola generasi sekarangan agar bisa beradaptasi dengan karakter generasi mereka. Hal ini perlu dilakukan karena saat ini adanya perubahan struktur ketenaga kerjaan yang mulai didominasi oleh generai milenial dan Gen Z.  
  1. Permasalahan Retensi Tenaga Kerja
Tidak hanya mencari pekerja baru menjadi masalah yang meningkat di industri manufaktur, tantangan yang menjadi masalah big tim HR pada industri manufaktur adalah  mempertahankan karyawan yang menjadi kontribusi terhadap tantangan kekurangan pekerja  tenaga kerja yang berkualitas.   Mempertahankan pekerja sangat penting bagi perusahaan manufaktur untuk menjaga produktivitas pada perusahaan. Karena, bila banyak tenaga kerja yang potensial meninggalkan perusahaan, perlu adanya penyesuaian pada fungsi dan alur kerja divisi atau tim. Tentunya hal tersebut dapat menggangu produktivitas pada prtusahaan terutama jika karyawan yang keluar memiliki posisi yang lebih tinggi.    Oleh karena itu, bisnis manufaktur perlu memastikan departemen SDM mereka menemukan cara inovatif untuk memastikan karyawan tetap bekerja dalam jangka panjang.  
  1. Kompetisi industri manufaktu di pasar tenaga kerja
Tanggung jawab tim HR di bidang manufaktur menjadi lebih berdampak dan kompleks mengingat meningkatnya persaingan dengan hadirnya banyak industri manufaktur secara signifikan dengan inovasi tanpa batas. Hal ini membuat perusahaan pada industri manufaktur dihadapkan pada persaingan dalam menjangkau talenta yang berkualitas pada pasar tenaga kerja.    Agar tetap kompetitif pada pasar tenaga kerja, tim hr perlu menciptakan employer branding  agar memudahkan dalam menjaring kandidat potensial. Dengan Perusahaan memiliki citra baik, membuat kandidat potensial lebih percaya dan memiliki minat tersendiri untuk bekerja di perusahaan. Sehingga  dapat meminimalisir biaya rekturmen dan menhemat waktu proses rekrutmen dalam menemukan kandidat berkualitas sesuai peran yang dibutuhkan.  
  1. Permasalahan Rekrutmen
Sebagai salah satu industri yang memiliki skala produksi yang besar, industri manufaktur mengandalkan kemampuan dan keterampilan tenaga kerjanyan untuk mendorong dan menjaga kegiatan produksi agar mampu bersaing. Sehingga, tak jarang posisi yang ditawarkan pada industru manufaktur dinilai terspesialisasi yang membatasi ruang linkup kandidat dalam menempatkan posisi yang harus sesuai dengan beberapa kriteria seperti kesesuaian ilmu yang dimiliki ataupun pengalaman penunjang lainnya.  Tidak heran, bila tim HR pada industri manufaktur merasa kesulitan dalam memenemukan kandidat potensial yang cocok dalam proses rekrutmen. Namun, dengan adanya proses penyaringan kandidat secara sistematis, dapat mencegah HR melewatkan lamaran kandidat yang berpotensi untuk dapat dilanjutkan ke tahap  selanjutnya.  
  1. Kurangnya Partisipasi Tenaga Kerja
Dilansir dari laporan studi oleg Gallup menyatakan bahawa hanya terdapat 25% tenaga kerja yang merasa dilibatkan dengan perusahaan. Padahal, adanya karakteristik industri manufaktur yaitu adanya jarak pada sebagian besar tenaga kerja bekerja yang jauh dari pusat pengambilan keputusan, perlu adanya peran tim HR dalam membina hubungan yang dapat membangun komunikasi secara efektif.   Sebagai peran yang berada pada garis terdepan dalam menghasilkan produksi yang berjalan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, tentunya tim HR perlu melakukan komunikasi dan melibatkan tenaga kerja agar meminimalisir konflik dan memudahkan dalam koordinasi saling berkesinambungan dengan menyatukan tanggung jawab dalam menghasilkan suatu produk yang berkualitas unggul.  
  1. Pengadaan pelatihan dan pengembangan tenaga kerja 
Dengan fenomena disrupsi kemajuan teknologi yang semakin berkembang pada industri manufaktur, sangat penting bagi praktisi HR untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas, kompeten dan berdaya saing tinggi dalam persaingan seperti sekarang ini. keberadaan praktisi HR sangat berperan penting dalam mengupayakan eksistensi pelatihan dan pengembangan tenaga kerja agar meningkatkan produktiivitas dan mengembangakan kompetensi tenaga kerja yang mampu menyesuaikan dengan perkembangan dan bermanfaat bagi keberlangsungan hidup perusahaan.   Seiring dengan adanya pengadaan pelatihan dan pengembangan yang sejalan secara efektif dan efisien, akan memungkinkan perusahaan menanganai tantangan dalam mengurangi tingakt turnover pada industri manufaktur melalui meningkatkan kepuasan kerja dan keterlibatan tenaga kerja.   Hadapi semua tantangan perusahaan manufaktur melalui solusi HR Dari tantangan industri manufaktur yang telah dijabarkan, tentu perlu adanya upaya yang dilakukan praktisi HR dalam menghadapi tantangan yang ada. Perusahaan dapat melakukan upaya yang dimulai dengan pengelolaan tenaga kerja yang optimal, tentunya dengan bantuan fungsi HRMS untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan kepegawaian pada industri manufaktur. Dengan dialokasikan melalui solusi platform HRMS, membantu peran hr dalam mengelola harapan karyawan dengan memenuhi hak-hak dan kesejahteraan melalui  manajemen HR yang tertata baik. Hal ini menjadi salah satu langkah yang dapat diambil untuk mengatasi tantangan industri saat ini.   Sumber: https://www.thedailymba.com/2020/05/23/how-to-overcome-hr-challenges-in-the-manufacturing-industry/m  https://www.liputan6.com/bisnis/read/3745637/sektor-manufaktur-tak-menarik-bagi-pekerja-milenial  https://www.betterworks.com/magazine/challenges-hr-manufacturing-industry/